MONDAY, OCTOBER 20, 2008

1ST DAY  : INTRODUCTION & SITE VISIT

Ini adalah hari pertama saya menjalani studio kolaboratif ini. Kami berkenalan dengan sepuluh mahasiswa dari ITS dan tiga mahasiswa dari Jerman. Seharusnya terdapat lima orang mahasiswa dari Jerman, akan tetapi dua orang dari mereka tertidur di hotel (?!!). acara ini dibuka oleh pak Widjaja yang berisi tentang penjelasan studio kolaboratif. Dan kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tugas dari Dinas Tata Kota tentang tugas I yaitu Low cost housing. Sebenarnya ada dua site dengan dua tipologi yang berbeda yaitu low cost housing dan bandung cultural centre. Setelah acara penjelasan tugas dan perkenalan, kami melanjutkan dengan pembagian kelompok. Kelompok saya terdiri dari saya, Galuh dan Venny dari ITS, serta Max. pada acara perkenalan kelompok ini sejujurnya saya agak sedikit minder. Karena selain penguasaan bahasa Inggris yang lebih baik oleh mahasiswa ITS, mereka (dengan Max)sudah memperbincangkan tentang arsitek-arsitek kebanggaan masing-masing, juga berbicara tentang dunia arsitektur di luar sana. Saya jadi introspeksi, mungkin selama ini saya terlalu apatis terhadap perkembangan dunia arsitektur.

 Selanjutnya adalah kegiatan survey lapangan. Nampaknya mahasiswa dari ITS tidak dipersiapkan untuk acara ini, karena mereka agak kesulitan dengan kostum yang ada. Dan lagi mereka heran dengan persiapan kami menggunakan meteran untuk mengukur jalan dan sebagainya. Bagi mereka cukup hanya dengan meminta data gambar dari dinas tata kota tanpa mengecek ulang.

Setelah itu diadakan pengundian tugas, kami mendapatkan proyek Culutral Centre. Sebenarnya saya agak bingung dengan pemilihan tugas ini. Ada perbedaan yang sangat timpang dan “gak nyambung” pada tugas ini. Saya tidak tahu apa dasar pemilihan tugas ini, tetapi saya sangat merasa beruntung mendapatkan proyek Cultural Centre karena saya merasa lebih bebas dalam mendesain dan dapat mendesain dengan tema seperti yang dilakukan oleh teman-teman kami pada studio regular.  

 

 

 

TUESDAY, OCTOBER 21, 2008

2ND DAY  : LECTURES AND STUDIO WORK

Hari kedua dimulai dengan kuliah-kuliah yang diberikan oaleh para dosen. Kebanyakan membahas tentang perumahan kampung di Indonesia dan rumah susun. Prof. Gruber sempat menjelaskan tentang Museum dan auditorium. Setelah itu kami baru diberikan project brief’s untuk dapat mengerjakan tugas ini. Pada siang hari kami baru memulai untuk bekerja bersama kelompok. Dibuka dengan mebuat site analysis dan mencari potensi dan masalah dari site ini. Ternyata ada perbedaan kerangka berpikir dari mahasiswa Jerman. Kalau mereka mendapatkan project, setelah melakukan site analysis, mereka langsung membuat tema dan blok massa. Baru kemudian memasukkan fungsi-fungsi ke dalamnya. Namun untuk mahasiswa dari ITB dan ITS sangat mengikuti tahap-tahap dan metodologi perancangan. Butuh waktu untuk menentukan kami akan mengikuti jalan yang mana dan menyatukan system pengerjaan kami yang berbeda. Bahasa tidak terlalu jadi masalah walaupun itu membuat kami berpikir lebih keras bukan hanya memikirkan ide kami tapi juga bagaimana menyampaikan ide kami. It is easier when you just say what you want to say. Untunglah kami adalah mahasiswa arsitektur yang terbiasa berkomunikasi dengan gambar, jadi seringkali ketika kami tidak bisa menyampaikan ide kami menggunakan bahasa isyarat atau menggambarkannya.

Menurut saya, studio kolaboratif ini sangat memperkaya wawasan kami sebagai mahasiswa. Di luar tugas, kami sering studi banding tentang system dan keadaan kuliah arsitektur di masing-masing universitas. Hal itu selain memberikan gambaran juga memberikan motivasi untuk bisa lebih baik lagi. Namun, saya merasa waktu untuk pengerjaan tugas ini agak kurang tepat. Di mana kami harus mengejar mata kuliah lain dan ujian-ujian serta tugas-tugas yang biasa diberikan dosen ketika akan ujian. Sementara kami juga punya tanggung jawab kelompok dalam tugas-tugas tersebut. Belum lagi ketika mengerjakan studio ini kami tidak bisa pergi untuk mengurus kuliah dan tugas-tugas yang harus diselesaikan. Saran saya, studio kolaborasi ini sebaiknya tidak dilakukan pada “hi-season”nya mahasiswa karena dapat memberikan tekanan yang lebih berat dari hanya studio kolaboratif.


 

WEDNESDAY, OCTOBER 22, 2008

3RD DAY  : STUDIO WORK AND PRESENTATION

Pagi hari ketiga ini, kami harus mempersiapkan preview pertama dari tugas ini. Rencananya, kami akan menggabungkan konsep-konsep dan meilih tema untuk dikembangkan dan dilanjutkan setelah kuliah dari Prof. Gruber tentang meeting spaces dan exhibition.  Terdapat sedikit perbedaan sistem pengerjaan dengan yang biasa dikerjakan di studio. Biasanya, setelah saya membuat konsep, baru saya akan membuat desain yang cocok dengan konsep yang saya buat. Namun, kali ini, rupanya Max sudah memiliki konsep bentuk bangunan terlebih dahulu. Untuk menyatukan kedua system yang berbeda ini, akhirnya kami mengeluarkan tema-tema yang ada, baru memilih mana yang paling menjawab problem dan sesuai dengan konsep yang telah kami buat. Cara baru ini sangat menarik, kami jadi lebih bebas untuk “bermimpi” tentang bangunan yang akan kami buat. Dan setelah mendapatkan gambaran bangunan seperti apa yang akan kami buat, kami jadi lebih mudah untuk mengembangkannya. Hanya saja kami sedikit bingung, jika kami menetapkan tema di awal, dan sudah membuat bentuk bangunan yang akan dibuat, haruskah kami mebuat desain yang sama sampai akhir semester? Atau ini hanya seperti hari sketsa, yang pada tahap selanjutnya kami bekerja sendiri dengan pengembangan desain dari tema yang berbeda setiap individu??

Preview diadakan setelah makan siang. Pada preview ini, ternyata tidak semua dapat berbicara dalam bahasa Inggris yang baik (sedikit melegakan untuk saya) akan tetapi semua yang mereka katakan dapat kami mengerti karena ada slide powerpoint yang dapat dibaca, serta gambar-gambar. Saya rasa penggunaan power point sebagai media untuk presentasi sangat membantu. Sangat menghemat waktu dan efisien. Semua penjelasan, gambar, dan tulisan dapat dilihat dengan jelas. Dari preview ini, kami mendapat masukan yang cukup banyak tentang apa yang kami buat. Kebanyakan mengomentari tema dan ide kami tentang “pohon”.

OOT— Max sangat antusias ketika melihat desktop computer saya berisi banyak program-program software. Dia takjub mendengar bahwa saya bisa mendapatkan program bajakan tersebut hanya dengan tiga puluh ribu rupiah. Itu sangat bukan apa-apa baginya, dan dia sangat ingin belajar program-program seperti 3ds max dan autocad.  Padahal, saya yang bisa dengan mudah mendapatkan program tersebut, masih malas untuk belajar menguasai program tersebut dengan baik.

 

THURSDAY, OCTOBER 23, 2008

4TH DAY : STUDIO WORK TILL DROP

Setelah mendapat masukan cukup banyak dari preview kemarin, kini kami harus mengembangkan konsep dan tema yang telah kami buat ke dalam rancangan bangunannya. Pada awalnya, kami membagi tugas kepada masing-masing anggota kelompok agar semua keluaran dapat dihasilkan dalam waktu yang cukup. Ada yang mengerjakan maket, menggubah groundplan kasar, dan juga sketsa2 konsep. Saya mendapat tugas untuk mebuat maket bersama Westhi sementara Venny dan Galuh akan menggubah groundplan kasar dan Max membuat sketsa konsep. Menjelang siang, saya dan Westhi sudah menyelesaikan maket existing tanpa bangunannya. Sembari membantu membuat groundplan dan denah, Prof.Gruber dan dosen2 lainnya mendatangi setiap kelompok untuk memberikan asistensi. Kami mendapat arahan tentang bagaimana struktur yang akan kami gunakan pada rancangan “pohon” kami karena kolomnya memiliki bentuk yang acak dan tidak berdiri tegak lurus. Beliau juga mengomnetari cara kerja kami yang dirasa kurang menyatu dan juga maket kami yang terlihat “murah”. Saya jadi teringat bahwa di tingkat tiga pernah diberikan kuliah tentang membuat maket oleh Prof. Gruber. Entah mengapa saya terlupa akan kuliah tersebut. Barulah kemudian saya terdorong untuk membuat maket yang jauh lebih baik. Setelah itu, saya membuat detailed ground plan bersama Max dan kemudian duduk bersama sebagai sebuah kelompok. Kami memerlukan penyatuan ide-ide dan bekerja bersama sebagai kelompok agar masing2 individu dalam kelompok mengerti terhadap produk yang akan dihasilkan. Kegiatan pun dilanjutkan dengan mebuat potongan bangunan dan maket. Karena mendapat masukan tentang maket, kami berusaha mencari material untuk pembuatan maket agar dapat menyampaikan ide kami. Sangat sulit, karena standar maket yang digunakan sedikit berbeda dengan orang Jerman. Di sana, maket dibuat serapih dan sebaik mungkin, bahkan untuk maket studi. Jika arsitek tidak dapta menangani bahan maket dengan baik, bagaimana ia dapat menghandel material pada proyek nyata?

Kami bekerja lembur untuk menyelesaikan keluaran yang ditargetkan pada presentasi. Ketika sudah tidak mungkin untuk menggunakan ruangan studio lantai tiga, kami meminjam ruangan studio TA yang kebetulan sedang dipakai lembur juga. Pada sesi ini, kami sempat bertukar pikiran di luar tugas studio ini. Pekerjaan baru dihentikan total pada pukul setengah dua dini hari setelah sebelumnya anggota kelompok pulang satu persatu.

FRIDAY, OCTOBER 24, 2008

5TH DAY : SESSION FINALE…

Hari ini akan diadakan presentasi final dari workshop yang kami lakukan selama seminggu terakhir ini. Oleh karena itu, kami berusaha untuk menyelesaikan semua hal untuk presentasi nanti. Cukup panik karena banyak hal yang belum siap untuk dipresentasikan. Ground plan yang kami buat juga agak sulit tergambarkan dikarenakan bentuk bangunan kami yang irregular. Pada akhirnya kami sepakat untuk menyampaikan pada presentasi yaitu sampai kepada ide besarnya saja dan bagaimana penerapannya pada desain secara skematik. Karena tidak mungkin untuk membuat groundplan yang terukur dan terencana hanya dalam dua hari. Selain itu, hal yang membuat panic adalah kami melupakan keluaran berupa sitepla, sehingga gambar site plan baru dibuat pada menit-menit terakhir. Galuh, teman sekelompok saya dari ITS sangat mahir dalam meretouch gambar presentasi dengan Adobe Photoshop sehingga gambar menjadi lebih hidup dan menarik. Selain itu, Max, mahasiswa dari Jerman, juga sangat mahir dalam penggunaan software Photoshop. Ia bahakn bisa mebuat sebuah montage bangunan kami tanpa membuat 3Dnya di 3ds Max terlebih dahulu, langsung saja menggambar di photoshop. Memang pada akhirnya kami diberi tahu bahwa ia pernah bekerja di sebuah perusahaan yang memang teramat sangat mahir dalam penggunaan Adobe Photoshop. Gambar-gambar yang dihasilkan sangat baik dan terlihat seperti memang benar-benar berada pada site. Dari sini saya mengambil inspirasi untuk lebih memperdalam Photoshop sebagai sarana untuk menambah nilai presentasi gambar. Selain itu saya rasa hal ini kurang menjadi perhatian bagi mahasiswa studio perancangan di ITB  pada umumnya.

Kami dapat menyelesaikan presentasi tepat waktu dan memiliki waktu yang cukup untuk makan siang. Pada sisa waktu itu juga kami mendapatkan kabar gembira bahwa salah satu teman kami yaitu Max, berhasil ikut dalam suatu pameran furniture di negaranya berkat hasil desainnya pada acara itu. Nampaknya, Max ini adalah salah satu murid paling pintar karena selain ide-idenya yang luar biasa (kami ditunjukkan beberapa hasil karyanya di internet), juga memiliki kemampuan dan kemauan yang tinggi.

Presentasi berjalan lancar, kami mendapatkan masukan tentang ground plan dan system struktur pada tempat parkir basement. Jujur, saya melupakan konfigurasi kolom pada basement, padahal kolom yang kami pergunakan untuk desain ini diletakkan tanpa grid atau pola tertentu. Selain itu juga dipertanyakan tentang sirkulais dan aksesibilitas kaum diffable pada desain ini. Namun, lagi-lagi kami belum memikirkannya.

Akhir dari studio ini ditutup dengan foto-foto di amfiteater Arsitektur dan tukar menukar data. Studio ini telah memberikan banyak hal berharga dan wawasan pada saya dan teman-teman. Sebaiknya studio ini dialaksanakan secara rutin sehingga kita dapat mengalami kemajuan dalam sistem pendidikan kita. Hanya saja dalam pelaksanaannya mungkin perlu lebih memperhatikan jadwal mahasiswa di luar studio karena banyak mata kuliah di luar studio yang juga memberi pengaruh pada akademis siswa.

bahasa kerennya “emang hidup gue, studio doang??” hahahhahaa…

 

Advertisements