Heaven?

September 26, 2011

This evening I have interesting conversation with Mr. P and I keep thinking about it until now.

Do you believe in heaven?

I was surprise with my own answer, until I was asked about it. I don’t believe there’s heaven and hell. I do believe Moksa concept, when in the very very end, we’ll unite again with our Creator. But I’m not sure we’ll arrive in one of heaven or hell. I don’t know why, but I think this concept is not match with my belief of the afterlife.

First, I do believe in reincarnation. So if I’m doing good in this life, I’ll reincarnate again into a better person in my next life. I believe I’ll keep doing this process until I have no more bad things in my life, then unite with Him, to get Moksa. If I can go to heaven after I die, or hell, I don’t know when I’ll be able to reach Moksa.

Second, I don’t know where’s the limit, or the specification, of good people who will go to heaven and bad people who will go to hell. What I believe, this world will always be in balance. There’s good and bad, live and death, natal and mortal, etc. So, I just can’t get how our attitude will be calculated after we die, to decide where we should go. Maybe there’s the calculation in other religion than mine, I don’t know either. But if we only do the good things hoping for the reward from Him, is it still count as a good thing?

In my opinion, the reward is not coming from Him. I do believe in Karma, action and reaction, so what we get now, is the result of what we’ve done in the past time. Being a good people, doing good things, is never wrong, because that is what we’ll get in the future, the effect of our actions. If we do the good things only hope for the reward, I think it’s still count as dishonesty.

Okay, this is my thoughts, and my belief about the afterlife. I’m sure that there are a lot of other opinions than this and we will never know what will happen until the time is. So let’s prepare ourselves and soul with good things and honesty 🙂

Advertisements

Manny

August 7, 2011

Heeey, I finally finished watching Manny. After postponed and replaced by The Greatest Love, I watched all the episodes this afternoon. And, what’s so good about this drama?

taken from http://blogmedia.dramafever.com

Manny, Male Nanny

First, the storyline. It’s about family! About single mom who employ a Manny (male nanny) to watch her kids (& herself too :P) it’s lightly told and funny. 😀
Second, the cast. nice mom, cute kids, playboy-smirk manny, fashionable sister, and alsooooooo.. lots of six-packed models. mhuahahaha. 😛
Third. I don’t know the ending! Although my guess is correct, but I was still hoping and worrying until last episode. hahaha.

This drama is like hot chamomile tea in Sunday afternoon. relaxing. worth to watch in your spare time! 😀

Aku Melihat Pelangi

August 5, 2011

Mama, hariku sungguh melelahkan.

Hari ini aku menorehkan luka,
pada hatiku, hatinya.

Hari ini aku diuji,
tentang kesabaran, keikhlasan.

Hari ini aku didera badai,
gelombang datang tanpa permisi.

Tapi, hari ini juga,
hingga pada titik aku hanya ingin berbalik
menyerah dan menangis,
Tuhan tunjukkan jalan-Nya.

Hanya dengan tiga kata dan usapan lembut di kepala
aku sadar,
bahwa tak ada kebaikan yang sia-sia.
Bahwa hanya ketika hujan, ku dapat melihat pelangi.

Sungguh, walau ini lelah, tapi pelangi itu indah. :’)

2011 Master Plan.

January 1, 2011

Desember oh Desember, kenapa engkau begitu kelabu. Kerjaan numpuk, tapi sehari masih dua puluh empat jam aja. Biar tabah semangat, mari kita buat rekapan tahunan saja 😀
Menilik daftar tahun lalu (yang sejujurnya jarang dibaca sepanjang tahun :P)
1. Menjahit.
Errr. Pelajaran pola sih udah. Tapi hanya sampai di situ saja. Hahahaha. Belum ada yang terjahit lagi selain kotak tissue kemarin. Karena jam kerja padat makanya gak bisa nerusin les. Tapi lumayan, sepanjang tahun saya tetep berkarya kok. Buktinya ada si amigurumi lucu, MEJK LABL and MEJK P.
2. Masak
Ini juga belom nambah. Cuma nambah pancake dan bruschetta. Chiffon cake dan brownies gak bisa diitung karena cuma nyampur tepung jadi doang. Hehe. Masih ingin, dan masih akan terus menambah vocabulary dapur.
3. Fotografi
Well, kesempatan motret cuma ada ketika site visit. Dan yang difoto adalah tulangan beton, pondasi, cut and fill, galian balancing tank. Dan entah kenapa selama ini makin males bawa kamera ke mana-mana  bisa dibilang yang satu ini memang gagal total. Taun depan ganti arah : How to take a picture of problem. Karena terkada saya merasa foto-foto saya kurang informative T___T
4. Bahasa Inggris
Latihannya cuma sebatas kirim email atau meeting sama klien. Ditambah English Day beberapa kali. Gak signifikan. Taun depan coba bahasa lain aja mungkin : Jepang.
5. Nyetir
Nah, ini menambah kegagalan tahun ini. Gak usah dibahas lagi deh. Yang tambah gape malah bawa motor di tengah kemacetan imam bonjol. Hahahahaha.
6. Work
Thanks God. Karena nampaknya ini yang paling sukses. Haha. Pindah ke ESA dan belajar sambil bekerja benar-benar membuka wawasan saya. Walaupun kerjaan menumpuk tapi luar biasa rasanya melihat pengetahuan yang saya dapat. Two projects is under construction and one is on progress. 
7. Sayembara.
Hahaha, akhirnya berhasil untuk ikut satu sayembara. Terima kasih EYD team! 😀
8. Fun
Sejauh ini hanya menambah vocab ketika kumpul bocah. Atau kalau lagi ada kunjungan wisata dari teman2 se Indonesia Raya. Travellingnya memang gak bisa tahun ini. Tapi tahun depan nampaknya saya akan cukup mobile. 😀
9. Body
Waks, lingkar pinggang gak tambah kecil dan angka timbangan juga segitu2 aja. Tapi tetap harus bersyukur karena sepanjang tahun ini saya gak banyak sakit. Walaupun rekor sehat 2010 harus tumbang gara2 demam kemarin, tapi masih bisa simpen uang asuransi buat medical check up. Mhuahahahaha.

Oke, lanjut ke resolusinya sekarang.

1. Berkarya dan berkarya. Tahun ini beneran harus bisa publish lebih banyak karya. Rajutan, jahitan, juga karya arsitektur.
2. Having a collection. Pengen mulai mengkoleksi sesuatu. Belom kepikiran sih mau koleksi apa. Ada yang mau kasih ide?? 😀
3. Daftar kursus bahasa asing. Gak berangkat2 karena gak ada temennya. Padahal harusnya di sana dapet temen2 baru ya?
4. Gaining design vocab. Selama ini kalo meeting selalu terkagum2 sama vocabnya Pak Putu soal design. Mungkin gak ada sudut Bali yang belom pernah ditengok beliau. Sementara gw? Hahahahhaa. This year, baby. This year.
5. Melahap buku-buku yang ada di kantor. Selama ini selalu baru buka buku kalo lagi nyari ide, jadi gak pernah dibaca dengan serius. Padahal mungkin ilmunya malah ada di sana. Jadi sembari ada perpustakaan gratis… yuk mari.
6. Decorating my penthouse. Hahaha, gaya banget pent house. Tapi beneran ini memang harus mulai ditata ulang kamarnya. Piece by piece, step by step, harus ada perubahan yang bermakna.
7. Invest, or do something with my money. Selama ini hanya menabung dengan pasif, tapi sekarang ingin mulai belajar mengambil resiko (dan mendapat hasil dooong :D)
8. Berpikir sebelum makan. Dunia ini sudah semakin kejam, jadi kalau mau hidup dengan umur panjang mungkin harus mulai memilih makanan yang tepat buat dimakan. Karena selama ini cuma hap,hap,hap aja. Hahaha.
9. Again. Resolusi taun lalu yang masih gagal. Nyetir! Kalo gagal lagi harus dihukum nih. Beneran.
10. Perform. Ihiy, udah kangen sama yang namanya panggung. Tapi bingung juga apa yang mau di perform. Hahahaha. Begitu ada kesempatan harus langsung diambil nih. I miss that spotlight!!
11. Yeee, berhubung 2011 jadi resolusinya harus 11. Tapi yang terakhir ini lebih kepada wish, bukan resolusi. Pacar. Mhuahahahahahahahahahahaha. Puas deh ketawanya padaaaaaa..

Okay, segitu aja kayanya. Semoga tahun ini lebih baik dari kemarin. Semoga semua resolusinya bisa tercapai. Wish you all a happy and healthy 2011!!!!

dunia bernama maya.

March 6, 2010

gw gak bisa ngatur layar perahu gw!!!

ingin ini ingin itu banyak sekali.
tapi ya gitu. gak ada yang difokusin.
semua masih blur, samar-samar.
gw mandekdekdek. di sini, di meja tulis gw ini.
dan dunia bernama maya.

tolong, tendang gw dari zona nyaman ini!
>.<

mars mellow

February 28, 2010

orang ini. orang ini yang sedari dulu menjadi inspirasi gw untuk menulis, dan ber-puitis ria.
setiap hati gw berloncatan karenanya, pasti di otak gw langsung bermunculan ide-ide menggombal. they are all come like flood. otak gw mendadak penuh kata2. apa karena tak terucapkan jadi menuh2in otak? gyahahahhaa.

ini gw bagi beberapa di antaranya. sayangnya gak banyak yg gw catet.. kebanyakan sih muncul ketika gw mau tidur, sambil dengerin lagu mellow yang jadi sontrek gw naksir, trus senyamsenyum geli sendiri. :”>

“Every romance in my life-drama based on a true story. YOU.”

“I can’t remember the details of your face. Because I can’t look at ur face more than ten seconds without blushing.”

“It is difficult to date a doctor. He knows all the unsual physical effects that occur on a first date.”
walopun buat gw sampe date kesekian juga dagdigdug. hahahahaha.

“I Love You”
eaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. ini udah korslet otaknya. bzzrttsttrtztt..

udahan ah. malu gw. hihihi.

di antara awan mendung, hujan, dan bulan purnama.
goodnight, my lovely inspiration. goodnight, bloggers.

The Copycat

February 26, 2010

pagi ini pagi yang cukup menyenangkan sebenarnya.
gw kebangun jam enam pagi trus menyadari kalo hari ini libur. jadi gw lanjutin guling2 sambil ber-gadget.
bosen main taptap revenge, gw beralih ke tweetdeck.
lagi senggang, baca ajalah semua, pikir gw.

ternyata oh ternyata…

di bagian agak bawah dari kolom friends gw, ada seseorang yang nge-tweet mirip tweet gw.
oke, kalo dipikir sambil lalu ya udalah.. tweet doang. lagian emang ada namanya Re-Tweet.
tapi yang mengena di hati gw adalah : itu buah pikiran gw, woy. lo emang gak dapet kekayaan berlimpah dengan nge-tweet kaya gitu. tapi hargai sedikit dong.
awal gw nge-tweet itu adalah ketika gw akan (ehem) nge-date. saking deg2annya, gw sampe gak bisa pasang eyeliner. pas mau pake blush on, pipi gw udah merah padam saking excitednya. jadi gw putuskan untuk gak bermake up aja, daripada dikira mau ngelenong. di tengah super excited dan supermellow itu, maka jadilah quote itu. bahwa gw gak perlu make-up buat ketemu kamu. :”>

bukan masalah besar sebenernya, tapi ini udah keduakalinya gw dicopycat soal tulisan.
yang dulu birthday wishlist gw yang dijiplak. sekarang quote gw. gw gak menuntut apa2. gw cuma heran aja. dan sedikit tersanjung mungkin, karena gw merasa jadi inspirator anda wahai copycat2 sekalian. walau kalian gak mengakui. hahahaha.

ini jadi introspeksi diri gw juga sih. mulai sekarang, kapanpun gw nge-quote perkataan orang, akan gw sebutkan sumbernya. kalau gw modifikasi, akan gw sebutkan inspiratornya.

As Simple As I Love You.

February 23, 2010

Why do birds suddenly appear
Every time you are near?
Just like me, they long to be
Close to you.

Why do stars fall down from the sky
Every time you walk by?
Just like me, they long to be
Close to you.

On the day that you were born
The angels got together
And decided to create a dream come true
So they sprinkled moon dust in your hair of gold
And starlight in your eyes of blue.

That is why all the girls in town
Follow you all around.
Just like me, they long to be
Close to you.

On the day that you were born
The angels got together
And decided to create a dream come true
So they sprinkled moon dust in your hair of gold
And starlight in your eyes of blue.

That is why all the girls in town
Follow you all around.
Just like me, they long to be
Close to you.
Just like me (Just like me)
They long to be
Close to you.

Wahhhhhhhhhhh, close to you.
Wahhhhhhhhhhh, close to you.
Hahhhhhhhhhhh, close to you.
Lahhhhhhhhhhh, close to you.

Close To You – The Carpenters.

I don’t know.
Since the last time you left me, I keep telling myself : please, get him outta ur heart. But, I realize how it be the most difficult thing to do. I can distract my mind. Get a crush on the other guy. It’s easy. But in the end, I always get myself jump with a broadly smile when I find your name on my phone. To pull you out of my heart seems impossible to me.
It’s like I’m jumpin to eight years ago, sitting in front of the same desk, writing a poem about a same guy, but in much deeper feelings. Don’t you know, in this recent days, I often cry quietly. I don’t know where these tears come from. If I’m in love, should I supposed be happy? Something is wrong coz I can’t stop my world from crying. Maybe deep in my heart, I’m afraid. I’m afraid you’ll leave me again. I’m afraid that I’m so much in love with you so I can’t let you go. Is it wrong to be in love? If no, then why it feels so painful?

I love you. I love you. I love you. Please, love me.

Akuu Hanya Percaya.

December 17, 2009

Untuk pertama kali, kamu datang. Aku terkejut, tidak menyangka. Dan aku terima, aku terbawa.

Lalu kamu pergi. Aku tak mengerti. aku sedih dalam ketidaktahuan. Dan mempertanyakan : apa dan mengapa?

Aku berpindah, dan kamu pun beranjak. Aku masih bertanya.

Aku mulai terjawab, tapi bukan atas pertanyaanku. Ini jawaban yang lain. Tapi aku terima. Seolah aku memang ada di sana untuk kau hantui. Oke, kau di sana aku di sini. Tapi mengapa semuanya memberikan benang merah? Sekali lagi aku bertanya.

Aku tak bisa pergi jauh. Aku memang harus pulang. Jadi aku kembali sesekali. Aku senang, karena ternyata kau masih di tempatmu. Aku menghampiri.

Kau datang lagi, kau balas menghampiri. Aku senang. Sembuh dari sakit yang kualami saat itu. Terima kasih. Lebih dari senang. Karena kita berjalan bersama.

Tapi, tidak belajar dari pengalaman. Aku sedih lagi. Iya, karena kau pun pergi lagi. Dengan satu benang yang kau jalin. Itu melukaiku sungguh. Dan warnanya bukan merah menyenangkan. Merahnya berasal dari luka yang dalam.

Seperti yang sudah bisa ditebak. Tentunya, kau kembali lagi. Kali ini semakin dekat, tapi tak bisa diraih. Terlalu maya. Kucoba tuk mengingat luka yang dulu, waspada terhadap sakitnya. Aku bisa. Tapi aku tidak bisa menyalahkan keadaan. Ketika sekali lagi aku butuh obat untuk berpaling. Kali ini, kita sebut : double hits combo.

Temanku berkata, cinta datang sepaket dengan rasa sakitnya. Ketika kau menikmati sakitnya, maka kau berhak mendapatkan cintanya. Kupikir : apa salahnya? Toh selama ini aku sudah terbiasa. Tapi aku mencoba berhati-hati. Meminimalisir segala resiko yang mungkin.

Sulit. Terutama dengan perhatian semanis-es-krim-mu itu. Aku sedikit tergelincir.

Oh ya, tentu saja. Kau pergi lagi. Kau tidak pernah benar-benar ada untuk menangkapku ketika aku jatuh.

Kini, aku hanya akan biasa saja. Aku kuat. Aku tidak butuh kamu untuk meraihku. Karena aku percaya, setelah sekian kali kau datang dan pergi, kau menghantuiku, ada rahasia Tuhan di sana.

Aku tidak perlu menebak apa isinya, karena aku hanya percaya.

MONDAY, OCTOBER 20, 2008

1ST DAY  : INTRODUCTION & SITE VISIT

Ini adalah hari pertama saya menjalani studio kolaboratif ini. Kami berkenalan dengan sepuluh mahasiswa dari ITS dan tiga mahasiswa dari Jerman. Seharusnya terdapat lima orang mahasiswa dari Jerman, akan tetapi dua orang dari mereka tertidur di hotel (?!!). acara ini dibuka oleh pak Widjaja yang berisi tentang penjelasan studio kolaboratif. Dan kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tugas dari Dinas Tata Kota tentang tugas I yaitu Low cost housing. Sebenarnya ada dua site dengan dua tipologi yang berbeda yaitu low cost housing dan bandung cultural centre. Setelah acara penjelasan tugas dan perkenalan, kami melanjutkan dengan pembagian kelompok. Kelompok saya terdiri dari saya, Galuh dan Venny dari ITS, serta Max. pada acara perkenalan kelompok ini sejujurnya saya agak sedikit minder. Karena selain penguasaan bahasa Inggris yang lebih baik oleh mahasiswa ITS, mereka (dengan Max)sudah memperbincangkan tentang arsitek-arsitek kebanggaan masing-masing, juga berbicara tentang dunia arsitektur di luar sana. Saya jadi introspeksi, mungkin selama ini saya terlalu apatis terhadap perkembangan dunia arsitektur.

 Selanjutnya adalah kegiatan survey lapangan. Nampaknya mahasiswa dari ITS tidak dipersiapkan untuk acara ini, karena mereka agak kesulitan dengan kostum yang ada. Dan lagi mereka heran dengan persiapan kami menggunakan meteran untuk mengukur jalan dan sebagainya. Bagi mereka cukup hanya dengan meminta data gambar dari dinas tata kota tanpa mengecek ulang.

Setelah itu diadakan pengundian tugas, kami mendapatkan proyek Culutral Centre. Sebenarnya saya agak bingung dengan pemilihan tugas ini. Ada perbedaan yang sangat timpang dan “gak nyambung” pada tugas ini. Saya tidak tahu apa dasar pemilihan tugas ini, tetapi saya sangat merasa beruntung mendapatkan proyek Cultural Centre karena saya merasa lebih bebas dalam mendesain dan dapat mendesain dengan tema seperti yang dilakukan oleh teman-teman kami pada studio regular.  

 

 

 

TUESDAY, OCTOBER 21, 2008

2ND DAY  : LECTURES AND STUDIO WORK

Hari kedua dimulai dengan kuliah-kuliah yang diberikan oaleh para dosen. Kebanyakan membahas tentang perumahan kampung di Indonesia dan rumah susun. Prof. Gruber sempat menjelaskan tentang Museum dan auditorium. Setelah itu kami baru diberikan project brief’s untuk dapat mengerjakan tugas ini. Pada siang hari kami baru memulai untuk bekerja bersama kelompok. Dibuka dengan mebuat site analysis dan mencari potensi dan masalah dari site ini. Ternyata ada perbedaan kerangka berpikir dari mahasiswa Jerman. Kalau mereka mendapatkan project, setelah melakukan site analysis, mereka langsung membuat tema dan blok massa. Baru kemudian memasukkan fungsi-fungsi ke dalamnya. Namun untuk mahasiswa dari ITB dan ITS sangat mengikuti tahap-tahap dan metodologi perancangan. Butuh waktu untuk menentukan kami akan mengikuti jalan yang mana dan menyatukan system pengerjaan kami yang berbeda. Bahasa tidak terlalu jadi masalah walaupun itu membuat kami berpikir lebih keras bukan hanya memikirkan ide kami tapi juga bagaimana menyampaikan ide kami. It is easier when you just say what you want to say. Untunglah kami adalah mahasiswa arsitektur yang terbiasa berkomunikasi dengan gambar, jadi seringkali ketika kami tidak bisa menyampaikan ide kami menggunakan bahasa isyarat atau menggambarkannya.

Menurut saya, studio kolaboratif ini sangat memperkaya wawasan kami sebagai mahasiswa. Di luar tugas, kami sering studi banding tentang system dan keadaan kuliah arsitektur di masing-masing universitas. Hal itu selain memberikan gambaran juga memberikan motivasi untuk bisa lebih baik lagi. Namun, saya merasa waktu untuk pengerjaan tugas ini agak kurang tepat. Di mana kami harus mengejar mata kuliah lain dan ujian-ujian serta tugas-tugas yang biasa diberikan dosen ketika akan ujian. Sementara kami juga punya tanggung jawab kelompok dalam tugas-tugas tersebut. Belum lagi ketika mengerjakan studio ini kami tidak bisa pergi untuk mengurus kuliah dan tugas-tugas yang harus diselesaikan. Saran saya, studio kolaborasi ini sebaiknya tidak dilakukan pada “hi-season”nya mahasiswa karena dapat memberikan tekanan yang lebih berat dari hanya studio kolaboratif.


 

WEDNESDAY, OCTOBER 22, 2008

3RD DAY  : STUDIO WORK AND PRESENTATION

Pagi hari ketiga ini, kami harus mempersiapkan preview pertama dari tugas ini. Rencananya, kami akan menggabungkan konsep-konsep dan meilih tema untuk dikembangkan dan dilanjutkan setelah kuliah dari Prof. Gruber tentang meeting spaces dan exhibition.  Terdapat sedikit perbedaan sistem pengerjaan dengan yang biasa dikerjakan di studio. Biasanya, setelah saya membuat konsep, baru saya akan membuat desain yang cocok dengan konsep yang saya buat. Namun, kali ini, rupanya Max sudah memiliki konsep bentuk bangunan terlebih dahulu. Untuk menyatukan kedua system yang berbeda ini, akhirnya kami mengeluarkan tema-tema yang ada, baru memilih mana yang paling menjawab problem dan sesuai dengan konsep yang telah kami buat. Cara baru ini sangat menarik, kami jadi lebih bebas untuk “bermimpi” tentang bangunan yang akan kami buat. Dan setelah mendapatkan gambaran bangunan seperti apa yang akan kami buat, kami jadi lebih mudah untuk mengembangkannya. Hanya saja kami sedikit bingung, jika kami menetapkan tema di awal, dan sudah membuat bentuk bangunan yang akan dibuat, haruskah kami mebuat desain yang sama sampai akhir semester? Atau ini hanya seperti hari sketsa, yang pada tahap selanjutnya kami bekerja sendiri dengan pengembangan desain dari tema yang berbeda setiap individu??

Preview diadakan setelah makan siang. Pada preview ini, ternyata tidak semua dapat berbicara dalam bahasa Inggris yang baik (sedikit melegakan untuk saya) akan tetapi semua yang mereka katakan dapat kami mengerti karena ada slide powerpoint yang dapat dibaca, serta gambar-gambar. Saya rasa penggunaan power point sebagai media untuk presentasi sangat membantu. Sangat menghemat waktu dan efisien. Semua penjelasan, gambar, dan tulisan dapat dilihat dengan jelas. Dari preview ini, kami mendapat masukan yang cukup banyak tentang apa yang kami buat. Kebanyakan mengomentari tema dan ide kami tentang “pohon”.

OOT— Max sangat antusias ketika melihat desktop computer saya berisi banyak program-program software. Dia takjub mendengar bahwa saya bisa mendapatkan program bajakan tersebut hanya dengan tiga puluh ribu rupiah. Itu sangat bukan apa-apa baginya, dan dia sangat ingin belajar program-program seperti 3ds max dan autocad.  Padahal, saya yang bisa dengan mudah mendapatkan program tersebut, masih malas untuk belajar menguasai program tersebut dengan baik.

 

THURSDAY, OCTOBER 23, 2008

4TH DAY : STUDIO WORK TILL DROP

Setelah mendapat masukan cukup banyak dari preview kemarin, kini kami harus mengembangkan konsep dan tema yang telah kami buat ke dalam rancangan bangunannya. Pada awalnya, kami membagi tugas kepada masing-masing anggota kelompok agar semua keluaran dapat dihasilkan dalam waktu yang cukup. Ada yang mengerjakan maket, menggubah groundplan kasar, dan juga sketsa2 konsep. Saya mendapat tugas untuk mebuat maket bersama Westhi sementara Venny dan Galuh akan menggubah groundplan kasar dan Max membuat sketsa konsep. Menjelang siang, saya dan Westhi sudah menyelesaikan maket existing tanpa bangunannya. Sembari membantu membuat groundplan dan denah, Prof.Gruber dan dosen2 lainnya mendatangi setiap kelompok untuk memberikan asistensi. Kami mendapat arahan tentang bagaimana struktur yang akan kami gunakan pada rancangan “pohon” kami karena kolomnya memiliki bentuk yang acak dan tidak berdiri tegak lurus. Beliau juga mengomnetari cara kerja kami yang dirasa kurang menyatu dan juga maket kami yang terlihat “murah”. Saya jadi teringat bahwa di tingkat tiga pernah diberikan kuliah tentang membuat maket oleh Prof. Gruber. Entah mengapa saya terlupa akan kuliah tersebut. Barulah kemudian saya terdorong untuk membuat maket yang jauh lebih baik. Setelah itu, saya membuat detailed ground plan bersama Max dan kemudian duduk bersama sebagai sebuah kelompok. Kami memerlukan penyatuan ide-ide dan bekerja bersama sebagai kelompok agar masing2 individu dalam kelompok mengerti terhadap produk yang akan dihasilkan. Kegiatan pun dilanjutkan dengan mebuat potongan bangunan dan maket. Karena mendapat masukan tentang maket, kami berusaha mencari material untuk pembuatan maket agar dapat menyampaikan ide kami. Sangat sulit, karena standar maket yang digunakan sedikit berbeda dengan orang Jerman. Di sana, maket dibuat serapih dan sebaik mungkin, bahkan untuk maket studi. Jika arsitek tidak dapta menangani bahan maket dengan baik, bagaimana ia dapat menghandel material pada proyek nyata?

Kami bekerja lembur untuk menyelesaikan keluaran yang ditargetkan pada presentasi. Ketika sudah tidak mungkin untuk menggunakan ruangan studio lantai tiga, kami meminjam ruangan studio TA yang kebetulan sedang dipakai lembur juga. Pada sesi ini, kami sempat bertukar pikiran di luar tugas studio ini. Pekerjaan baru dihentikan total pada pukul setengah dua dini hari setelah sebelumnya anggota kelompok pulang satu persatu.

FRIDAY, OCTOBER 24, 2008

5TH DAY : SESSION FINALE…

Hari ini akan diadakan presentasi final dari workshop yang kami lakukan selama seminggu terakhir ini. Oleh karena itu, kami berusaha untuk menyelesaikan semua hal untuk presentasi nanti. Cukup panik karena banyak hal yang belum siap untuk dipresentasikan. Ground plan yang kami buat juga agak sulit tergambarkan dikarenakan bentuk bangunan kami yang irregular. Pada akhirnya kami sepakat untuk menyampaikan pada presentasi yaitu sampai kepada ide besarnya saja dan bagaimana penerapannya pada desain secara skematik. Karena tidak mungkin untuk membuat groundplan yang terukur dan terencana hanya dalam dua hari. Selain itu, hal yang membuat panic adalah kami melupakan keluaran berupa sitepla, sehingga gambar site plan baru dibuat pada menit-menit terakhir. Galuh, teman sekelompok saya dari ITS sangat mahir dalam meretouch gambar presentasi dengan Adobe Photoshop sehingga gambar menjadi lebih hidup dan menarik. Selain itu, Max, mahasiswa dari Jerman, juga sangat mahir dalam penggunaan software Photoshop. Ia bahakn bisa mebuat sebuah montage bangunan kami tanpa membuat 3Dnya di 3ds Max terlebih dahulu, langsung saja menggambar di photoshop. Memang pada akhirnya kami diberi tahu bahwa ia pernah bekerja di sebuah perusahaan yang memang teramat sangat mahir dalam penggunaan Adobe Photoshop. Gambar-gambar yang dihasilkan sangat baik dan terlihat seperti memang benar-benar berada pada site. Dari sini saya mengambil inspirasi untuk lebih memperdalam Photoshop sebagai sarana untuk menambah nilai presentasi gambar. Selain itu saya rasa hal ini kurang menjadi perhatian bagi mahasiswa studio perancangan di ITB  pada umumnya.

Kami dapat menyelesaikan presentasi tepat waktu dan memiliki waktu yang cukup untuk makan siang. Pada sisa waktu itu juga kami mendapatkan kabar gembira bahwa salah satu teman kami yaitu Max, berhasil ikut dalam suatu pameran furniture di negaranya berkat hasil desainnya pada acara itu. Nampaknya, Max ini adalah salah satu murid paling pintar karena selain ide-idenya yang luar biasa (kami ditunjukkan beberapa hasil karyanya di internet), juga memiliki kemampuan dan kemauan yang tinggi.

Presentasi berjalan lancar, kami mendapatkan masukan tentang ground plan dan system struktur pada tempat parkir basement. Jujur, saya melupakan konfigurasi kolom pada basement, padahal kolom yang kami pergunakan untuk desain ini diletakkan tanpa grid atau pola tertentu. Selain itu juga dipertanyakan tentang sirkulais dan aksesibilitas kaum diffable pada desain ini. Namun, lagi-lagi kami belum memikirkannya.

Akhir dari studio ini ditutup dengan foto-foto di amfiteater Arsitektur dan tukar menukar data. Studio ini telah memberikan banyak hal berharga dan wawasan pada saya dan teman-teman. Sebaiknya studio ini dialaksanakan secara rutin sehingga kita dapat mengalami kemajuan dalam sistem pendidikan kita. Hanya saja dalam pelaksanaannya mungkin perlu lebih memperhatikan jadwal mahasiswa di luar studio karena banyak mata kuliah di luar studio yang juga memberi pengaruh pada akademis siswa.

bahasa kerennya “emang hidup gue, studio doang??” hahahhahaa…